Niat, Pengertian, Doa Menerima dan Hikmah Zakat Fitrah, Profesi atau Penghasilan

Sebagai seorang muslim, wajib hukumnya meyakini dan melaksanakan rukun Islam yang lima sebagai pondasi kaum muslimin. Rukun Islam tersebut yaitu membaca kedua kalimat syahadat, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat, puasa di bulan Ramadhan, dan menunaikan haji bagi yang mampu.

Salah satu rukun Islam yang akan dibahas dalam artikel ini yaitu mengenai zakat. Anda pasti tahu bahwa zakat wajib dikeluarkan pada bulan Ramadhan, sebagaimana Anda ketahui sebagai zakat fitrah. Namun, masih ada zakat lain yang harus dikeluarkan ketika Anda memiliki harta lebih yang disebut sebagai zakat mal. Berikut ini penjelasan mengenai zakat.

Zakat menurut bahasa arab artinya tumbuh, tambah, berkah, suci. Sedangkan menurut istilah, zakat adalah sejumlah harta tertentu yang diwajibkan oleh Allah untuk diserahkan kepada yang berhak menerimanya dengan syarat-syarat tertentu.

Zakat Fitrah dan Zakat Mal

Zakat terbagi menjadi 2 macam yaitu zakat fitrah dan zakat mal. Zakat fitrah menurut bahasa adalah membersihkan atau mensucikan. Sedangkan menurut istilah, zakat fitrah adalah zakat yang wajib dikeluarkan bagi setiap orang Islam pada bulan Ramadhan untuk diberikan kepada yang berhak menerima zakat sesuai dengan syariat Islam.

Adapun zakat mal atau disebut juga sebagai zakat harta adalah mengeluarkan sebagian harta yang dimiliki seorang muslim apabila harta tersebut telah mencapai nisab untuk diberikan kepada yang berhak menerima zakat sesuai dengan ketentuan syariat Islam.

Pengertian Zakat Fitrah dan Zakat Mal

Berdasarkan pengertian di atas, dapat diketahui bahwa zakat fitrah hukumnya wajib dikeluarkan bagi seluruh umat Islam pada bulan Ramadhan. Bahkan bayi yang baru lahir di penghujung bulan Ramadhan sebelum sholat Ied al-fitri juga diwajibkan untuk membayar zakat fitrah.

Sedangkan, zakat mal hanya dikeluarkan apabila Anda memiliki harta yang telah mencapai nisab zakat. Yang dimaksud dengan nisab zakat adalah batas minimal dari harta benda yang dimiliki oleh setiap muslim yang wajib mengeluarkan zakat. Misal, nisab emas yaitu 93,6 gr. Apabila Anda memiliki emas mencapai 93,6 gr, maka Anda wajib mengeluarkan zakat mal.

Dasar Hukum/Dalil Zakat Fitrah

Dasar hukum diberlakukannya zakat fitrah terdapat di beberapa ayat al-Quran sebagai berikut:

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku.” (QS. Al-Baqarah: 43)

Selain itu juga terdapat dalam ayat berikut:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. At-Taubah: 103)

Mengeluarkan zakat fitrah hukumnya adalah fardhu ‘ain, yaitu wajib dikeluarkan bagi seluruh umat Islam baik laki-laki maupun perempuan, tua maupun muda, dan termasuk anak yang baru dilahirkan ibunya.

Cara Menghitung Zakat Fitrah dan Zakat Mal

Nabi Muhammad saw bersabda yang artinya: “Dari Ibnu Umar, ia berkata, “Rasulullah saw mewajibkan zakat fitrah di bulan Ramadhan atas setiap musim sebanyak satu sha’ kurma atau gandum, baik dia merdeka atau hamba sahaya, laki-laki atau perempuan”. (HR. Bukhari Muslim)

Berdasarkan hadits di atas diketahui bahwa besarnya zakat yang wajib dikeluarkan yaitu satu sha’ kurma atau gandum. Berapa ukuran 1 sha’ tersebut? Lalu, apakah bisa mengganti dengan selain kurma atau gandum.

Para ulama telah sepakat bahwa ukuran 1 sha’ sama dengan 2,5 kg. Untuk bentuk zakat fitrah harus berupa makanan pokok setempat. Jika makanan pokok Anda berupa beras, maka zakat yang dikeluarkan berupa 2,5 kg beras untuk satu anggota keluarga Anda. Apabila Anda memiliki 3 anggota keluarga maka total 10 kg beras termasuk Anda (4 orang).

Niat Zakat Fitrah Idul Fitri dan Artinya

Berikut lafadz niat zakat fitrah untuk diri sendiri

 

Artinya: “Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku fardhu karena Allah ta’ala.”

 

Jika mengeluarkan zakat fitrah untuk anaknya, lafadz niatnya sebagai berikut:

 

Artinya: “Saya niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan semua orang yang saya diwajibkan memberi nafkah pada mereka, fardhu lillahi ta’ala.”

 

Doa Menerima Zakat Fitrah Idul Fitri dan Zakat Mal

Berikut adalah bacaan doa bagi penerima zakat.

 

Artinya: “Semoga Allah memberikan pahala terhadap apa yang telah engkau berikan, memberikan berkah terhadap harta yang engkau miliki, dan menjadikan harta dan jiwamu suci.”

Himah, Manfaat, dan Keutamaan Zakat Fitrah

Zakat fitrah memiliki banyak hikmah dan keutamaan diantaranya:

  • Membersihkan diri dari sifat kikir, iri, dengki, hasad dan segala sifat negatif lainnya yang mana akan menyebabkan kekufuran.
  • Menolong orang miskin sehingga terhindar dari kefakiran.
  • Sebagai tAndasyukur atas pemberian Allah SWT.
  • Zakat sebagai pemersatu umat muslim tanpa ada sekat pembatas antara si kaya maupun si miskin, sehingga dapat menumbuhkan dan meningkatkan rasa persaudaraan sesama muslim.
  • Sebagai bentuk menyempurnakan rukun Islam yang ketiga agar semakin sempurna ibadahnya.

Hukum Zakat Mal

Hukum mengeluarkan zakat mal yaitu fardhu ‘ain, wajib bagi setiap orang Islam yang mampu dan telah memenuhi syarat-syaratnya. Allah SWT berfirman:

 

Artinya: “Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendo’alah untuk mereka.” (QS. At-Taubah: 103)

 

Cara Menghitung Zakat Mal

Perlu diketahui bahwa untuk mengeluarkan zakat mal, harta yang dimiliki harus mencapai nisab dan haul (setahun). Nisab emas ketika telah mencapai 93,6 gram maka zakatnya 2,5%. Nisab perak ketika telah mencapai 624 gram maka zakatnya 2,5%. Adapun jenis harta berupa hasil perniagaan, nisabnya seharga emas 93,6 gram dan zakatnya sebesar 2,5%.

Misal, pada tanggal 5 Januari 2010 Anda membeli emas sebanyak 400 gram. Jika pada tahun berikutnya yakni sekitar 5 Januari 2011, Anda masih memiliki emas seberat 400 gram tersebut atau lebih dari 93,6 gram, maka Anda wajib mengeluarkan zakatnya. Besar zakatnya: 2,5 % x 400 gram = 2,5/100 x 400 gram = 10 gram.

8 Golongan yang Berhak Menerima Zakat

Orang yang berhak menerima zakat disebut mustahiq zakat. Telah dijelaskan dalam al-Qur’an bahwa golongan mustahiq zakat dibagi menjadi 8 asnaf atau golongan, sebagaimana ayat berikut ini.

 

Artinya: “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mu’allaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah:60)

8 golongan mustahiq zakat tersebut dapat di rincikan sebagai berikut:

  • Fakir
  • Miskin
  • Amil (panitia zakat)
  • Muallaf (orang yang baru masuk Islam)
  • Riqab (hamba sahaya)
  • Gharim (orang yang berhutang)
  • Sabilillah (orang yang berjuang di jalan Allah)
  • Ibnu sabil (musafir)

Demikianlah penjelasan mengenai zakat fitrah dan zakat mal. Dapat diketahui bahwasanya ada dua zakat yang harus ditunaikan oleh umat muslim, yaitu zakat fitrah yang dikeluarkan pada bulan Ramadhan dan zakat mal ketika memiliki harta lebih yang mencapai nisab. Mari tunaikan zakat agar harta dan jiwa semakin bersih. Semoga bermanfaat!

 

Tinggalkan komentar

Chat WA
#3 Order Custom Kado Klik Disini :)
#2 Order Akun IG Klik Disini :)
#1 Daftar Jadi Reseller Klik Disini :)