BERKENALAN DENGAN ALQUR’AN DAN ISLAM

Kenapa Harus Belajar Alqur’an?

Saya muslim, oleh karena itu butuh pedoman dalam menjalani hidup di Dunia. Sebuah motor atau mobil saja yang buatan manusia disediakan buku pedoman yang dikeluarkan pabrik. Masa Allah SWT yang menciptakan seluruh manusia tidak memberikan sebuah pedoman hidup?

Coba bayangkan, jika motor dan mobil tadi tidak diberi buku pedoman? Pastinya kita tidak bisa menggunakan sekaligus merawat motor dan mobil tersebut, bukan? Dan akhirnya kurang manfaat dan cepat rusak karena tidak bisa merawatnya, betul tidak?

Al-Qur’an merupakan kitab suci agama islam dan sekaligus wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW melalui (perantara) Malaikat Jibril untuk dijadikan pegangan dan/atau pedoman hidup bagi seluruh umat manusia, yang akan menuntun kita semua kearah yang lebih baik untuk mendapatkan rahmat, syafa’at serta kebaikan dari Allah SWT.

Al-Qur’an juga sebagai salah satu Rukun Iman, yaitu seorang muslim wajib mengimani bahwa Al-Qur`an merupakan penghapus hukum dari semua kitab suci yang turun sebelumnya.

Barang siapa yang berinteraksi dengan Al-Qur’an dengan baik pasti akan mendapatkan syafa’at serta pahala yang besar dan balasan yang berlipat-lipat. Orang yang membaca, memahami, menghafalkan, dan mengamalkan isinya akan mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT. Hadits yang diriwayatkan oleh Muslim, yakni dari Abi Umamah ra. Ia berkata : “Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda, ‘ Bacalah olehmu Alquran, sesungguhnya ia akan menjadi pemberi syafaat pada hari kiamat bagi para pembacanya (penghafalnya)”

Masih banyak lagi hikmah dan keutamaan membaca Al-Qur’an yang sangat luar biasa dan menakjubkan bagi siapa saja yang membacanya. Untuk lebih jelasnya, silakan simak ulasan berikut ini, sebagaimana saya lansir dari laman Republika.co.id

Keutamaan dan Hikmah Membaca Kitab Suci Al-Qur’an
  • Menjadi perniagaan yang tidak akan merugi.
    Allah berfirman: “Sesungguhnya orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezeki yang kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak merugi.” (QS al-Fathir: 29).
  • Membaca Al-Qur’an Merupakan Amal yang Terbaik. 
    Rasulullah bersabda: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Alquran dan mengajarkannya.” ( HR Bukhari).
  • Mendapat derajat atau kedudukan yang tinggi di sisi Allah SWT. 
    Rasulullah bersabda: “Orang yang membaca Alquran dengan mahir akan bersama-sama malaikat yang mulia lagi taat (HR Bukhari dan Muslim).
  • Mendapat sakinah (ketenangan jiwa) dan rahmat (kasih sayang). 
    Rasulullah bersabda: “Tidaklah berkumpul suatu kaum dalam satu rumah Allah untuk membaca dan mempelajari Alquran kecuali turun atas mereka sakinah dan rahmat serta diliputi oleh malaikat serta Allah sebut di hadapan malaikat (sisi-Nya).” (HR Muslim).
  • Mendapat sebaik-baik anugerah Allah SWT. 
    Rasulullah bersabda dalam hadis qudsi, Allah berfirman: “Barang siapa yang sibuk dengan Alquran dan zikir dari meminta-Ku, aku akan memberikan kepadanya sebaik-baik anugerah-Ku. Keutamaan kalamullah (Alquran) atas kalam-kalam selainnya seperti keutamaan Allah atas semua makhluk-Nya.” (HR Tirmidzi)
  • Seperti buah utrujah yang wangi dan lezat.
    Rasulullah bersabda: “Perumpamaan orang beriman yang membaca Alquran seperti buah utrujah; aromanya wangi dan rasanya lezat, perumpamaan orang beriman yang tidak membaca Alquran itu seperti kurma; tidak beraroma tapi rasanya manis. Perumpamaan orang munafik yang membaca Alquran itu seperti buah raihanah, aromanya wangi tapi rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Alquran seperti buah handhalah (semacam labu) ; tidak beraroma dan rasanya pahit.” (HR Bukhari dan Muslim).
  • Mendapat kebaikan berlipat ganda.
    Rasulullah bersabda: “Barang siapa membaca satu huruf dari kitabullah baginya satu kebaikan. Satu kebaikan (dibalas) dengan sepuluh kali lipatnya. Aku tidak mengatakan alif lam mim satu huruf, tetapi alif satu huruf, lam satu huruf, dan mim satu huruf.” (HR Tirmidzi).
  • Memberikan syafaat di hari kiamat kelak.
    Sabda Rosulullah SAW: ” Bacalah Alquran, sesungguhnya pada hari kiamat ia akan memberikan syafaat kepada pembacanya.” (HR Muslim).

Mulai Kapan Belajar Alquran?

Sosok Bapak adalah orang yang pertama kali mengenalkan saya tentang Al-Qur’an. Mengenalkan lantunan kitab suci yang menjadi pedoman ummat Muslim seluruh dunia. Kebetulan Bapak adalah salah satu Imam di Langgar desa kami. Langgar atau Mushola tersebut bernama Baitul Ikhsan.

Nama Ikhsan sendiri diambil dari nama kakek saya, KH Ikhsan. Sekitar tahun 1970 beliau yang memprakarsai pembangunan mushola tersebut. Tanah yang ditempati untuk Mushola juga tanah Wakaf dari Mbah Ikhsan. Oleh karena itu, untuk mengenang beliau, dibuatlah nama Mushola Baitul Ikhsan.

Sekitar umur 4 tahun, saya sudah dikenalkan dengan Alquran. Bapak sendiri yang mengajarkan dengan metode Talaqqi , yaitu membacakan ayat demi ayat kemudian saya mengikutinya. Padahal, saya sama sekali belum mengerti huruf Hijaiyyah itu apa. Tapi langsung saja Bapak mengajarkan dasar-dasar Alquran.

Saya ingat betul, surah pertama yang saya hafal adalah Alfatihah dan Three Qul (Al Ikhlas, Alfalaq, An-Nas). Hampir setiap ba’da Maghrib saya diminta untuk mengaji dengan bapak. Bapak sangat mmperhatikan sekali kejelasan huruf dan bacaan. Mulut harus terbuka dan Jelas. Salah sedikit langsung kena pukul atau bentakan he

Tapi semua itu untuk kebaikan saya. Akhirnya setelah lancar surat tersebut, langsung mulai belajar Iqra’ 1. Tapi sekarang belajarnya dengan Ibu. Karena memang Ibu dirumah membuka pengajian untuk ibu-ibu, anak-anak, dan remaja khusus pengajian Alqur’an.

Alhamdulillah Ibu adalah seorang Hafidzoh yang sangat saya kagumi dan hormati. Sosok Ibu adalah satu-satunya yang saya kenal paling istiqomah dan sabar. Contohnya Istiqomah dalam Tahajjud, Dhuha, dan Muro’jaah Alqur’an.

Saya belajar Alquran mulai Iqra’ 1 s.d Iqra’ 6. Ya sama Ibu sendiri biasanya ngajinya seringnya tidak serius dan suka bolos he. Tapi Alhamdulillah bisa terselesaikan satu demi satu.

Dimana Saja Kita Bisa Belajar Alquran?

Namanya belajar ya dimana saja ya. Yang penting jangan ditempat yang kotor dan banyak najis.

Untuk saya pribadi guru-guru Alqur’an banyak. Mulai dari guru Ibu Bapak sendiri sampai guru-guru di Sekolah dan Pesantren. Berikut tahap-tahap pembejaran Alquran yang saya jalani :

  • Iqra” 1 s.d 6
  • Juz Amma atau Juz 30
  • Belajar makhorijul huruf
  • Belajar sifat-sifat huruf
  • Tahsin Al Qur’an
  • Talaqqi Al Qur’an
  • Menghafal Juz 30
  • Menghafal Surat Yasin
  • Menghafal Surat Al Waqi’ah. Ar Rahman, dan Al Mulk
  • Menghafal Surat Al Kahfi
  • Menghafal Juz 1 sd. Juz 5

Walaupun belum banyak hafalannya, In syaa Allah mudah-mudahan Allah SWT berikan kita istiqomah dalam belajar dan menghafal Alquran. Dimanapun dan kapan pun kita tidak bisa lepas dari Al Qur’an. Ketika Al Qur’an itu sudah mendarah daging, itulah baru dirasakan nikmatnya iman.

Apa Hikmah Diturunkannya Alquran?

Yuk Nilai

Tinggalkan komentar