1001 KISAH TANAH PEMALANG

A. Biografi Lengkap M Ali Mustafid

     Perkenalkan, nama lengkap saya Muhammad Ali Mustafid. Biasa dipanggil “Afid” atau “Mustafid”. Tapi semenjak merantau ada yang memanggil “Ali” juga. Tapi kini di Pesantren Sintesa dipanggilnya “Mustafid”, karena nama “Ali” udah ada 2 orang he. Berikut biografi lengkap Ali Mustafid :

Perbatasan Kota Pemalang dan Kota Tegal

Berikut biografi lengkap Ali Mustafid sampai dengan 2017 lalu.

Di desa Moga, Kabupaten Pemalang Provinsi Jawa Tengah adalah tanah kelahiran saya.Di desa kecil yang padat penduduk dan dikenal desa santri tersebut saya dibesarkan. Tepatnya hari Senin, 12 Rabi’ul Awal atau 11 Juli 1994. Alhamdulillah sampai sekarang masih diberikan kesehatan dan kesempatan untuk terus beribadah, belajar, dan mencari bekal di Dunia dan Akherat.

Saya anak ke-2 dari 2 orang bersaudara. Lahir dari kerja sama seorang Ayah Ibu yang sangat mulia. H. Mastur (Alm) dan Nyai Asfiyah (Alm) adalah nama ayah ibu saya. Yaps betul, mereka sudah dipanggil kehadirat Allah SWT. Ayah saya meninggal hari Jumat tanggal 12 Juli 2015, 7 hari sebelum Idul Fitri,  sehari setelah milad saya ke-20. Sementara, ibu saya wafat tanggal 9 Nopember 2011 tepatnya hari idul adha. Ketika itu saya masih kelas XII MA/SMA.

B. Pendidikan Ali Mustafid

Untuk pendidikan sendiri, Alhamdulillah orangtua sangat mendukung dan memantau perkembangan saya sehari-hari. Pernah Alm Bapak berpesan, ” Kamu jangan kaya bapak, kamu harus rajin belajar supaya nanti bisa bermanfaat untuk orang banyak suatu saat nanti”.

Taman Kanak-kanak (TK)

TK Salafiyyah Moga adalah Taman Kanak-kanak tertua di desa Moga. Hampir anak-anak di desa Moga mempercayakan TK tersebut untuk pendidikan anak-anak mereka. Disamping murah, fasilitas yang ditersedia juga cukup memadai.

Saya masuk TK sekitar umur 5 th. Ada sekitar 40 Siswa setiap tahun ajaran baru. Tidak seperti sekarang ya, dulu tidak ada namanya TK A dan TK B.

Langsung aja TK satu tahun, lanjut SD deh. Guru yang masih ingat siapa ya? Oh iya, ada Bu Maskinah (60Th), Bu Wiwik (36Th) , dan lupa he. Maklum sudah 15th yang lalu.

 

Sekolah Dasar (SD)

Satu tahun di TK Salafiyyah Moga sangat berkesan. Disamping bertemu dengan banyak teman baru, disana diajarkan bagaimana menjadi yang berakhlak mulia dari kecil.

Mulai dari sopan santun kepada orangtua dan guru dan juga cara berbicara yang baik kepada orangtua, guru, dan teman sebaya.

SDN 02 Moga adalah sekolah lanjutan saya setelah lulus TK tahun 2000. Kebetulan kakak saya juga sekolah disana. Disamping itu, jarak dari rumah ke sekolah pun cukup dekat, sekitar 500 Meter.

Dulu masih ada kebiasaan yang unik hari pertama masuk sekolah. Istilah jawanya adalah “rayahan bangku” atau berebut tempat duduk dikelas masing-masing. Ya kebanyakan para orantua menginginkan anaknya mendapat tempat duduk paling depan.

Ya supaya lebih bisa tenang dan cepat menerima pelajaran. Takutnya kalau di belakang jadi malah banyak main dan tidak memperhatikan guru.

Alhamdulillah semenjak SD kelas 1 s.d kelas 6, saya mendapat ranking 3 besar. Itu semua tidak lepas dari karunia Allah SWT dan juga usaha bapak ibu dalam memantau saya belajar di rumah. Hampir setiap kali ada PR bapak atau Ibu selallu menemani saya sampai selesai. Hampir juga setiap malam saya harus menyiapkan buku-buku pelajaran buat esok harinya.

Bapak sendiri pribadinya sangat tegas dalam masalah pendidikan  dan pergaulan anak-anaknya. Walaupun boleh berteman dengan siapa saja, tapi bapak sangat menganjurkan untuk memilih teman yang berpendidiakan dan dari keluarga yang baik. Untuk bermain dan nonton TV misalnya juga dibatasi. Yang penting sih nilai bagus baru kalau minta apa-apa selalu diusahakan oleh bapak ibu.

Alhamdulillah masa-masa SD dilalui dengan banyak kenangan. Mulai dari teman yang banyak, pengalaman lomba-lomba yang menyenangkan, dan bertemu dengan guru-guru yang menginspirasi banget. Yatapi banyak sekali ujian-ujian juga yang harus dilewati. Misalnya, sering boong kalau bermain jauh kepada orangtua, sering pulang sore juga, dan masih banyak lagi kenakalan-kenakalan lain he.

Akibatnya ya kena hukum sama bapak. Pernah dipukul, tidak boleh keluar rumah dan sebagainya.

Tapi semua itu baru saya sadari adalah untuk kebaikan dan kemajuan saya ke depannya. Intinya orangtua jika mereka marah kepada kita berarti mereka sayang kita. Bukan malah membiarkan anak-anaknya begitu saja. ya karena kita tahu bersama, anak itu adalah titipan Allah SWT yang harus dijaga.

Suatu saat anak tersebut bisa menjadi penolong orangtua bisa juga malah menuntut karena tidak diperhatikan selama hidupnya.

Sekolah Menengah Pertama (SMP)

Alhamdulillah 2006 saya lulus SD dengan nilai cukup baik. Oh iya, waktu SD pelajaran yang saya sukai adalah Matematika. Pelajaran yang mayoritas banyak anak tidak suka, tapi saya justru sebaliknya. ya tidak tahu kenapa kok bisa saya suka.

Ya bermula dari bimbingan bapak setiap malam, akhirnya sewaktu SD saya ikut berbagi macam perlombaan Olimpiade Matematika, ya walaupun tidak sampai nasional he

SMP N 01 Moga adalah sekolah lanjutan saya. Tepatnya 1 KM dari rumah, biasa saya ke sekolah naik angkot. Waktu itu biaya angkot masih Rp 500, maklum pelajar he. Oh iya, desa saya adalah jalur utama menuju Gunung Slamet. Jadi jalannya pun menanjak, oleh karena itu, harus naik angkot.

Di SMP banyak sekali teman baru yang saya kenal. Dari berbagai kecamatan dan desa berkumpul menjadi satu. Banyak juga anak-anak cerdas yang saya kenal. Sehingga semakin banyak kita kenal orang berilmu, semakin juga merasa kita itu bodoh.

Adapun Ekstrakulikuler wajid sekolah adalah Pramuka. Selainnya tidak wajib alias Sunnah. Saya pun dipilih untuk ikut Ekstrakulikuler Olimpiade Fisika. Tepatnya setiap hari Jumat sore.

Untuk prestasi sendiri Alhadulillah saya ga jelek-jelek amat ya he. Kelas VII dapat Rank 4 & 6, Kelas VII Rank 3 & 4, dan kelas IX Rank 5 & 1. Tapi waktu SMP saya sempat mengecewakan Bapak karena tidak masuk Rank 10 besar UN Kabupaten. Karena tahun sebelumnya, kakak perempuan saya mendapatkan itu.

Intinya seru banget melewati masa-masa SMP, masa-masa puber dan labil.

Sekolah Menengah Atas (SMA)

Tahun 2009 adalah kelulusan SMP. Tiba waktunya untuk melanjutkan kejenjang yang lebih tinggi lagi, yaitu SMA. Waktu itu saya ingin sekali masuk SMA Rintisan Sekolah Berstandar Internasional (RSBI) 1 Pemalang. Karena kakak saya juga tahun 2009 lulus dari SMA tersebut. Tapi karena terbatas biaya, akhirnya bingung harus sekolah kemana lagi.

Bapak adalah kriteria orang yang suka bersilaturahim. Akhirnya bapak bertemu KH Ma’ali Hatta,Lc (Alm), beliau adalah pengasuh Yayasan Panti Asuhan dan Dhuafa Dewi Masyithoh Pemalang. Yayasan mengharuskan santri-santrinya untuk melanjutkan SMA di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pemalang. Lumayan jauh dari rumah, sekitar 45 KM.

Tahun 2009 adalah tahun dimana saya harus pesantren, tidak bisa bebas seperti di rumah. Harus berpisah dari Bapak Ibu. Bapak Ibu hanya punya 2 anak, saya dan kakak saya. Tahun tersebut saya yakin menjadi tahun yang sangat sulit waktu itu.

Terbukti ketika Ibu menjenguk di Yayasan terlihat tetes air mata yang mengalir. Ya wajar saya dirumah tidak ada lagi anak-anaknya, semua pergi untuk menuntut ilmu.

Tahun 2011 karena suatu hal, akhirnya saya pindah sekolah ke MA Alkarimiyah Depok, Jawa Barat. Disana Pondok Pesantren Modern yang cukup ketat. Disana saya belajar disiplin, pantang menyerah, dan prihatin.

Semua dilalui dengan lancar Alhamdulillah walaupun cobaan terus datang. Tahun 2011 Ibu wafat karena sakit yang dideritanya pada umur 45Th.

Pendidikan Non Formal (Kursus) Ali Mustafid

Secara ringkas pendidikan non formal Ali Mustafid yang di tempuh adalah :

C. Pengalaman Karir Ali Mustafid

Untuk pengalaman kerja sendiri secara singkat adalah

  • Mentor Matematika Bimbel SINAU tahun 2012 – 2014
  • Kepala Cabang Bimbel Laskar UI tahun 2014-2015
  • Pramugari Alfamidi (3bulan) tahun 2015
  • Graphic Designer AQC Bogor, Jawa Barat
  • Graphic Designer Freelance
  • Owner @customcenter.id
  • Owner Shopee Toko Customcenter.id
  • customcenter.id, alimustafid.com, joindropship.com, reveriegallery.com

Tinggalkan komentar